Pernah nggak kamu lagi asyik pakai aplikasi, tiba-tiba error atau force close, lalu orang bilang, "Yah, ada bug-nya nih!"?

Tapi, pernahkah kamu membayangkan kalau "bug" (serangga) yang kita bicarakan itu dulunya bukan sekadar kiasan, melainkan makhluk hidup asli yang punya kaki dan sayap?

jadii ceritanya gini!

Detektif di Ruang Komputer Raksasa

Cerita ini membawa kita kembali ke masa depan yang lampau, tepatnya pada 9 September 1947. Bayangkan sebuah ruangan laboratorium di Universitas Harvard yang dipenuhi oleh suara dengung listrik dan mesin-mesin raksasa.

Di sana, berdiri Mark II Aiken Relay Calculator, salah satu komputer paling canggih di masanya. Berbeda dengan laptop tipis Anda hari ini, Mark II adalah mesin raksasa yang terdiri dari ribuan komponen mekanis dan kabel yang rumit.

Tim pengembang saat itu dipimpin oleh seorang wanita luar biasa bernama Grace Hopper,seorang laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat sekaligus pionir bahasa pemrograman.

Misteri Relay Nomor 70

Sore itu, ada yang tidak beres. Komputer Mark II tiba-tiba memberikan hasil kalkulasi yang salah. Sistem tidak mati total, tapi ia "sakit". Tim teknisi mulai panik dan melakukan inspeksi manual ke dalam perut mesin raksasa tersebut.

Setelah menelusuri ribuan sirkuit dan sakelar mekanis, mereka akhirnya sampai di Panel F, Relay nomor 70. Di sana, mereka menemukan sesuatu yang tidak ada dalam manual panduan manapun.

Bukan kabel yang putus, bukan pula baut yang longgar. Melainkan seekor ngengat asli.

Ngengat malang itu terbang masuk ke dalam mesin, mungkin tertarik dengan hangatnya suhu komponen, dan akhirnya terjepit di antara titik kontak sakelar listrik (relay). Tubuh serangga itu menghalangi arus listrik, menyebabkan gangguan logika pada komputer.

"Debugging" Pertama di Dunia

Dengan bantuan pinset, tim tersebut mengeluarkan bangkai ngengat itu. Secara harfiah, mereka sedang melakukan proses pembersihan serangga.

Grace Hopper kemudian mengambil buku log harian miliknya, menempelkan bangkai ngengat tersebut menggunakan selotip bening, dan menuliskan catatan sejarah dengan tinta hitam:

"15.45: Relay #70 Panel F (moth) in relay. First actual case of bug being found."

 

The Bug in the Computer Bug Story - JSTOR Daily

Catatan ini menjadi bukti fisik pertama penggunaan kata "bug" untuk masalah teknis komputer. Sejak saat itu, istilah "debugging" (menghilangkan serangga) resmi menjadi standar industri untuk menyebut proses pencarian dan perbaikan kesalahan dalam kode atau sistem.

Apakah Istilah Ini Benar-benar Baru?

Sebenarnya, ada sedikit plot twist. Jauh sebelum tahun 1947, para insinyur listrik termasuk Thomas Edison pada tahun 1870-an sudah sering menggunakan kata "bug" untuk menyebut gangguan kecil pada alat mekanik mereka.

Namun, kejadian ngengat Grace Hopper inilah yang membuat istilah tersebut meledak dan menjadi bahasa universal di dunia IT. Foto buku log Grace Hopper yang masih menyimpan bangkai ngengat asli tersebut kini tersimpan rapi di Museum Nasional Sejarah Amerika, Smithsonian, sebagai pengingat abadi.

Mengapa Cerita Ini Penting Bagi Kita?

Kisah tentang "bug" pertama mengajarkan kita satu hal penting dalam teknologi: Sekecil apapun gangguannya, efeknya bisa fatal.

Di era sekarang, bug tidak lagi berupa serangga fisik yang terjepit di kabel, melainkan kesalahan logika dalam barisan kode program. Namun, semangat "debugging" yang dimulai oleh Grace Hopper tetap sama yaitu ketelitian, kesabaran, dan kemampuan detektif untuk menemukan masalah di balik kerumitan sistem.

Jadi, lain kali aplikasi media sosial Anda mengalami error, ingatlah pada ngengat malang di tahun 1947. Karena tanpanya, mungkin kita tidak akan punya istilah yang begitu ikonik untuk menyebut sebuah kesalahan teknis.

 

Referensi:
https://daily.jstor.org/the-bug-in-the-computer-bug-story/